Jumat, 19 Oktober 2012

Kumpulan URL Link Situs Keamanan Website

Hello Hacker,
Sharing mengenai kumpulan link url situs keamanan, link url situs keamanan internet, link url situs keamanan teknologi informaso, link url keamanan elektronik, link url situs keamanan website, link keamanan jaringan, link ebook keamanan internet, url keamanan komputer, link url situs keamanan laptop, link url situs keamanan handphone, computer security, situs security, security jaringan, security alarm system, cctv security system, remove security tool, security task manager, microsoft security,security essential, security website, social security website, website’s security certificate, security web, site security, html security, dll. Semoga bermanfaat :)
Kumpulan Link Situs Keamanan

Contents

- Security Guides/Handbooks/Tutorials- Firewalls
- General Security Tips and Advice- Wireless Security
- Best Security Software- Website/Application Security
- Identity Theft/Fraud- Network Security
- Anti-phishing- Data Backup
- Anti-spam- Publications
- Malicious Software Information- Miscellaneous
- Latest Security News- Friends of Select Real Security
- Social Networking Security- Revision History
- Password Security


Security Guides/Handbooks/Tutorials

Malicious Software Prevention:


Malicious Software Removal:

General Security Tips and Advice


Best Security Software


Identity Theft/Fraud


Anti Phishing


Anti Spam


Malicious Software Information


Latest Security News


Social Networking Security


Password Security


Secure Web Browsing


Firewalls


Email Security


Wireless Security (Wi-Fi)


Website and Application Security


Network Security


Data Backup


Security Publications


Miscellaneous


Friends of Select



Sumber Artikel: http://www.selectrealsecurity.com/useful-security-resource

Cara Membuat Foto / Gambar / Capture HOAX

Salam,
Kali ini Saya akan memberikan sedikit penjelasan tentang maraknya Upload Gambar / Foto Screen Capture HOAX yang sengaja diunggah ke berbagai situs jejaring sosial seperti Facebook untuk menjatuhkan atau melecehkan seseorang / golongan tertentu. Tidak sedikit Saya temukan hasil capture postingan di status Facebook / Group yang telah di edit yang sengaja di unggah oleh pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Saya hanya menghimbau kepada temen-temen semua agar tidak mudah percaya kebenaran akan hasil capture tersebut.
Ada beberapa cara tentunya untuk mengedit postingan seseorang sehingga ada suatu pihak yang sengaja untuk menyebarluaskan hasil editan gambar tersebut. Dari berbagai software editor gambar seperti paint, photoshop dst. Tetapi kali ini Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar caranya dengan menggunakan software tersebut, namun Saya akan sedikit memberikan sedikit trik untuk mengedit postingan seseorang di situs jejaring sosial hingga menjadi gambar dari hasil Capture yang lebih terkesan asli tanpa terlihat cacat sedikitpun karena tanpa perlu mengedit dengan software editor gambar.
Langsung saja, yang Anda butuhkan adalah notepad / notepad portable atau editor lain yang menurut Anda nyaman digunakan. Namun kali ini Saya menggunakan Notepad Portable. Sebagai contoh, kali ini Saya akan mengeksekusi status teman Saya sendiri di Facebook.
  • Buka Beranda dan cari target
     
  • Target sudah ditemukan, View Page Source atau Ctrl + U lalu copy seluruh code.
  • Buka Notepad dan paste seluruh code.
  • Sekarang tinggal di eksekusi, coba ganti status target menjadi “Saya Galau…”
  • Cari status target (Ctrl+F) “Semacam di cuekin -____-” dan ganti dengan “Saya Galau…”
  • Save dengan nama terserah.html
  • Dobel klik terserah.html dan lihat hasilnya.
  • Silahkan berkreasi dengan mengganti Nama, Foto dst…
Tulisan ini semata-mata hanya untuk pembelajaran saja. Dan sekali lagi Saya himbau agar tidak mudah percaya dengan kebenaran hasil sebuah Capture tanpa adanya bukti yang jelas.
Mudah-mudahan bermanfaat,
Sallam BinusHacker Family… 
Siapa bilang membuat virus itu susah ?
Sekarang anda bisa membuat virus dari yang paling simple sampe Trojan yang dapat merusak sistem.
Oke, skrg saya akan beri penjelasannya dulu………  Cekidot gan……

Terabit Virus Maker 3.2

1. Informasi Software:
  • Software ini dibuat oleh orang Iran. berita tersebut juga belum pasti kebenarannya, tetapi saya mencoba search di google.com dan saya mendapat info yang menyebutkan bahwa software TeraBit Virus Maker adalah asli buatan Iran, dan itu pun dalam versi 3.1 . Dalam versi 3.1 sampai yang sebelumnya, software ini belum support untuk Windows 7, hanya support pada Sistem Operasi sebelum Windows 7, seperti: Windows XP,Vista. Disini saya memiliki Software TeraBit Virus Maker versi 3.2 yang telah support dengan Windows 7.
2. Fungsi Software:
  • Software ini berfungsi untuk membuat virus secara instan dengan kemampuan yang bisa kita pilih sendiri sehingga user dapat menggunakannya dengan mudah dan cepat. Di dalam software tersebut telah disediakan fitur-fitur yang bisa kita gunakan dalam pembuatan virus, ada 54 fitur yang bisa kita gunakan, saya hanya akan menyebutkan 15 fitur saja dan untuk fitur yang lain bisa dilihat di gambar. 15 fitur itu adalah:

1. Avoid Opening Calculator
2. Avoid Opening Copy,Move Window
3. Avoid Opening Gpedit
4. Avoid Opening Media Player
5. Avoid Opening Mozzila Firefox
6. Avoid Opening MsConfig
7. Avoid Opening Notepad
8. Avoid Opening Wordpad
9. Avoid Opening Yahoo Messenger
10. Add 30 User Accounts to Windows
11. Always Clean Clipboard
12. Always Log Off
13. Close Internet Explorer Every 10 sec
14. Delete All Files In Desktop
15. Delete All Files In My Documents

File virus ini ber-ekstensi *.exe . Jadi, ketika file virus ini dieksekusi, maka fitur-fitur yang telah ditambahkan, akan berjalan dan mengubah pengaturan system computer anda sesuai dengan fitur yang anda pilih.
Dan ada item-item yang bisa digunakan untuk melengkapi kesempurnaan dari virus yang anda buat, seperti:
  • Binder berfungsi untuk mengeksekusi/menjalankan file yang kita kaitkan dengan virus yang anda buat, file yang bisa dikaitkan bisa dalam format apa saja, sperti file gambar, file word, exel, powerpoint, music, notepad, dan lain-lain.
  • Fake Error Message berfungsi untuk memunculkan pesan palsu yang kita buat sendiri, dan sub-itemnya ada title, message, dan type. Title isi judul pesan, Message isi dengan pesan kalian sendiri, dan type, pilih tipe yang anda inginkan.
  • Run Custom Command (ini belum saya coba sebelumnya)
  • Add [ ] fake KB(s) to virus berfungsi untuk menambahkan kapasitas palsu ke dalam file virus tersebut.
  • File name after install adalah file yang sebenarnya berjalan, saat file palsu tersebut dieksekusi, disana terdapat tipe/ekstensi *.exe yang bisa digunakan.
  • File Icon adalah item yang digunakan untuk memilih icon file virus tersebut.
  • File Name adalah item yang digunakan untuk memberi nama pada file tersebut.
  • Run Virus with Windows adalah item yang berfungsi untuk menjalankan file pada windows.
  • [R] adalah tombol reset, untuk mereset ulang pengaturan yang telah dipilih ke pengaturan defaultnya
  • Create Virus berfungsi untuk membuat file virus yang telah kita rancang sebelumnya.
3. Cara Menggunakan Software:
  1. Install deepfreeze untuk menjaga agar komputer anda aman.
  2. Disable Antivirus anda, karena software ini dianggap sebagai virus oleh antivirus.
  3. Jalankan Software tVirusMaker.exe
  4. Pilih/ceklist fitur-fitur yang telah disediakan dan pilih item-item yang akan digunakan.
  5. Terakhir anda klik Create Virus dan simpan ke direktori anda.
  6. File virus siap dijalankan. (*dan bagi-bagi ke teman-teman anda, ‘hahahah…hanya saran’*)
4. Download Software :
Download Link —> DOWNLOAD DISINI


Virus-virus ini juga sangat mudah terdeteksi oleh antivirus, kebanyakan akan berhasil apabila target korban tidak menggunakan antivirus / antivirusnya disable. Tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba kan?
Selamat mencoba & jangan disalah gunakan :)
Greeting BinusHacker Family,
Kali ini kita akan share cara sederhana untuk membuat robot yaitu cara membuat robot dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana, cara cepat membuat robot dengan menggunakan alat-alat yang ada & cara membuat robot dengan limbah-limbah elektronik disekitar kita.
Cara Membuat Robot Sederhana
Okel langsung saja, bahan dan alat-alat yang perlu dipersiapkan adalah:
  1. Tempat Battre ukuran 2 battre (Battre Holder) 1 buah, bisa dibeli di toko elektronik dengan harga Rp. 1000
  2. SPDT Switch/Micro Switch 2 buah, bisa dibeli di toko elektronik dengan harga Rp. 1500 (2 buah Rp. 3000)
  3. Klip kertas secukupnya
  4. Konektor terminal kabel (bisa juga tidak menggunakannya)
  5. Dinamo (motor) mainan 2 buah, bisa kita dapatkan dari mainan yang rusak seperti mini 4WD (tamiya). Tapi dengan catatan dinamotor tersebut masih berfungsi/berputar/tidak rusak.
Langkah Pertama:
Letakan kedua SPDT Switch di atas tempat battre, kemudian dilem menggunakan lem power (1).
  • Setelah itu kaki SPDT Switch paling atas kedua-duanya saling menyentuh kemudian kita solder.
  • Berikutnya kaki tengah kedua-duanya kita sambung dengan kawat lalu di solder.
  • Tempelkan kedua dinamo pada samping tempat battre menggunakan lem power atau lem bakar, menempelkannya agak miring.
Lihat gambar dibawah ini:


Langkah Kedua:
Hubungkan kaki paling bawah SPDT Switch kiri dengan kaki dinamo bagian kiri, begitu juga dengan bagian kanan dengan menggunakan kawat lalu disolder:
  • Setelah itu hubungkan kaki dinamo bagian kiri dengan kaki dinamo bagian kanan menggunakan kabel
Lihat gambar dibawah ini:


Langkah Ketiga:
Sambungkan kabel dari dinamo kebagian belakang tempat battre dengan cara di solder, jangan terlalu lama menyoldernya karena akan mengakibatkan plastik tempat battre meleleh, lakukan dengan cepat
  • Setelah itu sambungkan kabel merah tempat battre ke kaki atas SPDT Switch dan kabel hitam tempat battre ke kaki tengah SPDT Switch dengan cara di solder
Lihat gambar berikut:



Langkah Keempat:
Buat roda bagian belakang dengan menggunakan klip caranya klip diluruskan kemudian dilipat menggunakan tang dan masukan klip tersebut kedalam lubang butiran kemudian tempelkan dibagian belakang tempat battre dengan menggunakan lem. Lihat gambar:


Langkah Kelima:
Buat antena dengan menggunakan klip kertas, caranya klip tersebut kita luruskan dengan tang, setelah lurus kita lengkungkan perlahan-lahan. Setelah itu kita masukan klip yang sudah dilengkungkan kedalam konektor terminal jepit dengan tang agar kencang
  • Masukan kedalam besi SPDT Switch
  • Bisa juga tidak memakai konektor terminal langsung di lem klip kertasnya ke SPDT menggunakan lem power
Lihat gambar berikut:



Langkah ke enam:
Buat badan robot dengan menggunakan tutup botol plastik, bisa di cat tutup botol plastik tersebut sesuai dengan warnanya (misalkan kumbang). Lihat gambar berikut ini:



Langkah Ketujuh:
Selesai..
Mudahkan, memang mudah asalkan ada kemauan. Sekarang ayo kita mainkan pasti sangat menyenangkan, robot akan berjalan dan ketika antena menyentuh dinding atau penghalang maka robot kumbang tersebut akan membelokan arahnya, menghindari penghalang tersebut. Wuih, seru robotnya bisa bermanuver :)

Posting Di Group Facebook Tanpa Login

Hay, saya author baru disini.. Saya akan berbagi sebuah hacking trick untuk facebook yaitu tutorial mengenai cara untuk mengirimkan post di group facebook tanpa perlu login ke account korban yang bersangkutan.
Kebetulan saya mendapatkan trik di bawah ini sendiri. Copyright ArtOfHacks :)

Facebook kini membuat fitur baru pada situsnya, yaitu mengirimkan postingan melalui email anda. Cara kerjanya:
  1. Login ke akun email anda
  2. Buat sebuah surat (email) baru
  3. Isi Form dengan :
  • To : Alamat grup facebook (contoh: artofhacks@groups.facebook.com)
  • Subject : Judul postingan
  • Isi pesan sesuai dengan isi postingan anda
Lihat Gambar di bawah sebagain contoh…
Contoh Email
———————————————————–
Nah, tutorial di atas hanya sebatas memposting dengan akun kita melalui email yang terdaftar dengan akun kita.
Lalu, bagaimana caranya saya bisa memposting tanpa login ke akun ‘korban’
Cukup anda memakai email palsu (Fake Email)
  1. Ke Situs ini atau situs fake mail lainnya
  2. Isikan form seperti ini:
Contoh Email Ke Grup


Contoh Email Ke Chat
3. Klik Send
Dan ini contoh hasilnya:
Hasil di Grup
Hasil di Chat
 Cara sederhana mengatasinya:
Karena fitur baru facebook yang mengizinkan pengguna mengirim post ke grup atau pesan ke akun lain menggunakan email mengakibatkan orang-orang yang tidak bertanggun jawab menyalahgunakannya dengan email palsu.
Kini, saya akan memberikan cara pencegahannya
langsung aja:
  1. Login ke akun facebook
  2. Masuk ke profile anda
  3. Masuk ke bagian info/about anda
  4. Klik edit pada “Contact Info”
  5. Dan lakukan pada contoh gambar di bawah
Contoh di gambar
Selamat belajar & semoga bermanfaat
Silakan berkunjung kesini: http://art-of-hacks.cyber4rt.com & gabung ke groups BinusHacker: https://www.facebook.com/groups/binushacker/

Kamis, 18 Oktober 2012

ASKEP THYPOID

ASKEP THYPOID

A. KONSEP DASAR

1. Pengertian

Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. ( Bruner and Sudart, 1994 ).

Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella Thypi ( Arief Maeyer, 1999 ).

Typhoid adalah penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thypi dan salmonella para thypi A,B,C. sinonim dari penyakit ini adalah Typhoid dan paratyphoid abdominalis, ( Syaifullah Noer, 1996 ).

Typhoid adalah penyakit infeksi pada usus halus, typhoid disebut juga paratyphoid fever, enteric fever, typhus dan para typhus abdominalis (.Seoparman, 1996).

Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A.B.C. penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief.M. 1999).

Dari beberapa pengertian diatasis dapat disimpulkan sebagai berikut, Typhoid adalah suatu penyakit infeksi usus halus yang disebabkan oleh salmonella type A. B dan C yang dapat menular melalui oral, fecal, makanan dan minuman yang terkontaminasi.
2. Etiologi

Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella para typhi A. B dan C. ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun.

3. Patofisiologi

Penularan salmonella thypi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5F yaitu Food(makanan), Fingers(jari tangan/kuku), Fomitus (muntah), Fly(lalat), dan melalui Feses.

Feses dan muntah pada penderita typhoid dapat menularkan kuman salmonella thypi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui perantara lalat, dimana lalat akan hinggap dimakanan yang akan dikonsumsi oleh orang yang sehat. Apabila orang tersebut kurang memperhatikan kebersihan dirinya seperti mencuci tangan dan makanan yang tercemar kuman salmonella thypi masuk ke tubuh orang yang sehat melalui mulut. Kemudian kuman masuk ke dalam lambung, sebagian kuman akan dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus bagian distal dan mencapai jaringan limpoid. Di dalam jaringan limpoid ini kuman berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai sel-sel retikuloendotelial. Sel-sel retikuloendotelial ini kemudian melepaskan kuman ke dalam sirkulasi darah dan menimbulkan bakterimia, kuman selanjutnya masuk limpa, usus halus dan kandung empedu.

Semula disangka demam dan gejala toksemia pada typhoid disebabkan oleh endotoksemia. Tetapi berdasarkan penelitian eksperimental disimpulkan bahwa endotoksemia bukan merupakan penyebab utama demam pada typhoid. Endotoksemia berperan pada patogenesis typhoid, karena membantu proses inflamasi lokal pada usus halus. Demam disebabkan karena salmonella thypi dan endotoksinnya merangsang sintetis dan pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.

4. Manifestasi Klinik

Masa tunas typhoid 10 – 14 hari

a. Minggu I

pada umumnya demam berangsur naik, terutama sore hari dan malam hari. Dengan keluhan dan gejala demam, nyeri otot, nyeri kepala, anorexia dan mual, batuk, epitaksis, obstipasi / diare, perasaan tidak enak di perut.

b. Minggu II

pada minggu II gejala sudah jelas dapat berupa demam, bradikardi, lidah yang khas (putih, kotor, pinggirnya hiperemi), hepatomegali, meteorismus, penurunan kesadaran.

5. Komplikasi

a. Komplikasi intestinal

1) Perdarahan usus

2) Perporasi usus

3) Ilius paralitik

b. Komplikasi extra intestinal

1) Komplikasi kardiovaskuler : kegagalan sirkulasi (renjatan sepsis), miokarditis, trombosis, tromboplebitis.

2) Komplikasi darah : anemia hemolitik, trobositopenia, dan syndroma uremia hemolitik.

3) Komplikasi paru : pneumonia, empiema, dan pleuritis.

4) Komplikasi pada hepar dan kandung empedu : hepatitis, kolesistitis.

5) Komplikasi ginjal : glomerulus nefritis, pyelonepritis dan perinepritis.

6) Komplikasi pada tulang : osteomyolitis, osteoporosis, spondilitis dan arthritis.

7) Komplikasi neuropsikiatrik : delirium, meningiusmus, meningitis, polineuritis perifer, sindroma Guillain bare dan sidroma katatonia.
6. Penatalaksanaan
a. Perawatan.

1) Klien diistirahatkan 7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus.

2) Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada komplikasi perdarahan.
b. Diet.

1) Diet yang sesuai ,cukup kalori dan tinggi protein.

2) Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.

3) Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.

4. Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari.
c. Obat-obatan.

1) Klorampenikol

2) Tiampenikol

3) Kotrimoxazol

4) Amoxilin dan ampicillin
7. Pencegahan

Cara pencegahan yang dilakukan pada demam typhoid adalah cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan atau mempersiapkan makanan, hindari minum susu mentah (yang belum dipsteurisasi), hindari minum air mentah, rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas

8. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang pada klien dengan typhoid adalah pemeriksaan laboratorium, yang terdiri dari :

a. Pemeriksaan leukosit

Di dalam beberapa literatur dinyatakan bahwa demam typhoid terdapat leukopenia dan limposistosis relatif tetapi kenyataannya leukopenia tidaklah sering dijumpai. Pada kebanyakan kasus demam typhoid, jumlah leukosit pada sediaan darah tepi berada pada batas-batas normal bahkan kadang-kadang terdapat leukosit walaupun tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder. Oleh karena itu pemeriksaan jumlah leukosit tidak berguna untuk diagnosa demam typhoid.

b. Pemeriksaan SGOT DAN SGPT

SGOT dan SGPT pada demam typhoid seringkali meningkat tetapi dapat kembali normal setelah sembuhnya typhoid.

c. Biakan darah

Bila biakan darah positif hal itu menandakan demam typhoid, tetapi bila biakan darah negatif tidak menutup kemungkinan akan terjadi demam typhoid. Hal ini dikarenakan hasil biakan darah tergantung dari beberapa faktor :

1) Teknik pemeriksaan Laboratorium

Hasil pemeriksaan satu laboratorium berbeda dengan laboratorium yang lain, hal ini disebabkan oleh perbedaan teknik dan media biakan yang digunakan. Waktu pengambilan darah yang baik adalah pada saat demam tinggi yaitu pada saat bakteremia berlangsung.

2) Saat pemeriksaan selama perjalanan Penyakit.

Biakan darah terhadap salmonella thypi terutama positif pada minggu pertama dan berkurang pada minggu-minggu berikutnya. Pada waktu kambuh biakan darah dapat positif kembali.

3) Vaksinasi di masa lampau

Vaksinasi terhadap demam typhoid di masa lampau dapat menimbulkan antibodi dalam darah klien, antibodi ini dapat menekan bakteremia sehingga biakan darah negatif.

4) Pengobatan dengan obat anti mikroba.

Bila klien sebelum pembiakan darah sudah mendapatkan obat anti mikroba pertumbuhan kuman dalam media biakan terhambat dan hasil biakan mungkin negatif.

d. Uji Widal

Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. Akibat infeksi oleh salmonella thypi, klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu :

1) Aglutinin O, yang dibuat karena rangsangan antigen O (berasal dari tubuh kuman).

2) Aglutinin H, yang dibuat karena rangsangan antigen H (berasal dari flagel kuman).

3) Aglutinin Vi, yang dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal dari simpai kuman)

Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang ditentukan titernya untuk diagnosa, makin tinggi titernya makin besar klien menderita typhoid.

Faktor – faktor yang mempengaruhi uji widal :

a. Faktor yang berhubungan dengan klien :

1. Keadaan umum : gizi buruk dapat menghambat pembentukan antibodi.

2. Saat pemeriksaan selama perjalanan penyakit: aglutinin baru dijumpai dalam darah setelah klien sakit 1 minggu dan mencapai puncaknya pada minggu ke-5 atau ke-6.

3. Penyakit – penyakit tertentu : ada beberapa penyakit yang dapat menyertai demam typhoid yang tidak dapat menimbulkan antibodi seperti agamaglobulinemia, leukemia dan karsinoma lanjut.

4. Pengobatan dini dengan antibiotika : pengobatan dini dengan obat anti mikroba dapat menghambat pembentukan antibodi.

5. Obat-obatan imunosupresif atau kortikosteroid : obat-obat tersebut dapat menghambat terjadinya pembentukan antibodi karena supresi sistem retikuloendotelial.

6. Vaksinasi dengan kotipa atau tipa : seseorang yang divaksinasi dengan kotipa atau tipa, titer aglutinin O dan H dapat meningkat. Aglutinin O biasanya menghilang setelah 6 bulan sampai 1 tahun, sedangkan titer aglutinin H menurun perlahan-lahan selama 1 atau 2 tahun. Oleh sebab itu titer aglutinin H pada orang yang pernah divaksinasi kurang mempunyai nilai diagnostik.

7. Infeksi klien dengan klinis/subklinis oleh salmonella sebelumnya : keadaan ini dapat mendukung hasil uji widal yang positif, walaupun dengan hasil titer yang rendah.

8. Reaksi anamnesa : keadaan dimana terjadi peningkatan titer aglutinin terhadap salmonella thypi karena penyakit infeksi dengan demam yang bukan typhoid pada seseorang yang pernah tertular salmonella di masa lalu.

b. Faktor-faktor Teknis

1. Aglutinasi silang : beberapa spesies salmonella dapat mengandung antigen O dan H yang sama, sehingga reaksi aglutinasi pada satu spesies dapat menimbulkan reaksi aglutinasi pada spesies yang lain.

2. Konsentrasi suspensi antigen : konsentrasi ini akan mempengaruhi hasil uji widal.

3. Strain salmonella yang digunakan untuk suspensi antigen : ada penelitian yang berpendapat bahwa daya aglutinasi suspensi antigen dari strain salmonella setempat lebih baik dari suspensi dari strain lain.

9. Tumbuh kembang pada anak usia 6 – 12 tahun

Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan cirri sex sekundernya.

Perkembangan menitik beratkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.
a. Motorik kasar

1) Loncat tali

2) Badminton

3) Memukul

4) motorik kasar di bawah kendali kognitif dan berdasarkan secara bertahap meningkatkan irama dan keleluasaan.
b. Motorik halus

1) Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan

2) Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan bermain alat musik.
c. Kognitif

1) Dapat berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi

2) Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah

3) Dapat membelikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal

4) Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang
d. Bahasa

1) Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak

2) Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan

3) Menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal

4) Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan
10. Dampak hospitalisasi

Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak merasa aman. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan.

Penyebab anak stress meliputi ;

a. Psikososial

Berpisah dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman dan perubahan peran

b. Fisiologis

Kurang tidur, perasaan nyeri, imobilisasi dan tidak mengontrol diri

c. Lingkungan asing

Kebiasaan sehari-hari berubah

d. Pemberian obat kimia

Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (6-12 tahun)

a. Merasa khawatir akan perpisahan dengan sekolah dan teman sebayanya

b. Dapat mengekspresikan perasaan dan mampu bertoleransi terhadap rasa nyeri

c. Selalu ingin tahu alasan tindakan

d. Berusaha independen dan produktif

Reaksi orang tua

a. Kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit, prosedur, pengobatan dan dampaknya terhadap masa depan anak

b. Frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiernya peraturan Rumah sakit
B. ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian

Faktor Presipitasi dan Predisposisi

Faktor presipitasi dari demam typhoid adalah disebabkan oleh makanan yang tercemar oleh salmonella typhoid dan salmonella paratyphoid A, B dan C yang ditularkan melalui makanan, jari tangan, lalat dan feses, serta muntah diperberat bila klien makan tidak teratur. Faktor predisposisinya adalah minum air mentah, makan makanan yang tidak bersih dan pedas, tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, dari wc dan menyiapkan makanan.
2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa yang mungkin muncul pada klien typhoid adalah :

a. Resti ketidakseimbangan volume cairan dan elektrolit b.d hipertermi dan muntah.

b. Resti gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat.

c. Hipertermi b.d proses infeksi salmonella thypi.

d. Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari berhubungan dengan kelemahan fisik.

e. Kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan dengan kurang informasi atau informasi yang tidak adekuat.

3. Perencanaan

Berdasarkan diagnosa keperawatan secara teoritis, maka rumusan perencanaan keperawatan pada klien dengan typhoid, adalah sebagai berikut :
Diagnosa. 1

Resti gangguan ketidak seimbangan volume cairan dan elektrolit, kurang dari kebutuhan berhubungan dengan hipertermia dan muntah.

Tujuan

Ketidak seimbangan volume cairan tidak terjadi

Kriteria hasil

Membran mukosa bibir lembab, tanda-tanda vital (TD, S, N dan RR) dalam batas normal, tanda-tanda dehidrasi tidak ada

Intervensi

Kaji tanda-tanda dehidrasi seperti mukosa bibir kering, turgor kulit tidak elastis dan peningkatan suhu tubuh, pantau intake dan output cairan dalam 24 jam, ukur BB tiap hari pada waktu dan jam yang sama, catat laporan atau hal-hal seperti mual, muntah nyeri dan distorsi lambung. Anjurkan klien minum banyak kira-kira 2000-2500 cc per hari, kolaborasi dalam pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, K, Na, Cl) dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian cairan tambahan melalui parenteral sesuai indikasi.
Diagnosa. 2

Resiko tinggi pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat

Tujuan

Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh tidak terjadi

Kriteria hasil

Nafsu makan bertambah, menunjukkan berat badan stabil/ideal, nilai bising usus/peristaltik usus normal (6-12 kali per menit) nilai laboratorium normal, konjungtiva dan membran mukosa bibir tidak pucat.

Intervensi

Kaji pola nutrisi klien, kaji makan yang di sukai dan tidak disukai klien, anjurkan tirah baring/pembatasan aktivitas selama fase akut, timbang berat badan tiap hari. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering, catat laporan atau hal-hal seperti mual, muntah, nyeri dan distensi lambung, kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diet, kolaborasi dalam pemeriksaan laboratorium seperti Hb, Ht dan Albumin dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antiemetik seperti (ranitidine).
Diagnosa 3

Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi salmonella thypi

Tujuan

Hipertermi teratasi

Kriteria hasil

Suhu, nadi dan pernafasan dalam batas normal bebas dari kedinginan dan tidak terjadi komplikasi yang berhubungan dengan masalah typhoid.

Intervensi

Observasi suhu tubuh klien, anjurkan keluarga untuk membatasi aktivitas klien, beri kompres dengan air dingin (air biasa) pada daerah axila, lipat paha, temporal bila terjadi panas, anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti katun, kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat anti piretik.
Diagnosa 4

Ketidak mampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari berhubungan dengan kelemahan fisik

Tujuan

Kebutuhan sehari-hari terpenuhi

Kriteria hasil

Mampu melakukan aktivitas, bergerak dan menunjukkan peningkatan kekuatan otot.

Intervensi

Berikan lingkungan tenang dengan membatasi pengunjung, bantu kebutuhan sehari-hari klien seperti mandi, BAB dan BAK, bantu klien mobilisasi secara bertahap, dekatkan barang-barang yang selalu di butuhkan ke meja klien, dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian vitamin sesuai indikasi.
Diagnosa 5

Resti infeksi sekunder berhubungan dengan tindakan invasive

Tujuan

Infeksi tidak terjadi

Kriteria hasil

Bebas dari eritema, bengkak, tanda-tanda infeksi dan bebas dari sekresi purulen/drainase serta febris.

Intervensi

Observasi tanda-tanda vital (S, N, RR dan RR). Observasi kelancaran tetesan infus, monitor tanda-tanda infeksi dan antiseptik sesuai dengan kondisi balutan infus, dan kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat anti biotik sesuai indikasi.
Diagnosa 6

Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurang informasi atau informasi yang tidak adekuat

Tujuan

Pengetahuan keluarga meningkat

Kriteria hasil

Menunjukkan pemahaman tentang penyakitnya, melalui perubahan gaya hidup dan ikut serta dalam pengobatan.

Intervensinya

Kaji sejauh mana tingkat pengetahuan keluarga klien tentang penyakit anaknya, Beri pendidikan kesehatan tentang penyakit dan perawatan klien, beri kesempatan keluaga untuk bertanya bila ada yang belum dimengerti, beri reinforcement positif jika klien menjawab dengan tepat, pilih berbagai strategi belajar seperti teknik ceramah, tanya jawab dan demonstrasi dan tanyakan apa yang tidak di ketahui klien, libatkan keluarga dalam setiap tindakan yang dilakukan pada klien

4. Evaluasi

Berdasarkan implementasi yang di lakukan, maka evaluasi yang di harapkan untuk klien dengan gangguan sistem pencernaan typhoid adalah : tanda-tanda vital stabil, kebutuhan cairan terpenuhi, kebutuhan nutrisi terpenuhi, tidak terjadi hipertermia, klien dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri, infeksi tidak terjadi dan keluaga klien mengerti tentang penyakitnya.